PuisiKarya Rifai Salim Tatkala keindahan tak kan jauh Cuman sejengkal dari pandangan Bergelimang rona pancarkan aroma Setia cengkrama enggan dijamah Namun angan tak setia kenyataan Alibi tuk berlari belok kanan dan kiri Meniti jalanan nan kian tak pasti Gejolak nurani seolah tak kan mengerti Titik kulminasi membelalakkan jati diri
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Makassar, IDN Times - Minggu 28 April silam adalah hari penting bagi para pegiat dan pembaca karya sastra di Indonesia. Tanggal tersebut ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hari Puisi Nasional, mengacu pada tanggal wafatnya Chairil Anwar pada .Siapa tak kenal Chairil. Penyair mahsyur itu membidani kelahiran gerakan baru dalam sastra Indonesia. Di sisi lain, UNESCO sudah menetapkan 21 Maret sebagai Hari Puisi Internasional sejak ingin ketinggalan dalam perayaan kata-kata, IDN Times turut memilih lima buku puisi penyair asal Sulawesi Selatan yang layak kamu baca. Temanya pun beragam, mulai dari Perang Makassar, dapur plus kuliner, ditambah cuplikan naskah sastra legendaris La Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi Ibe S. Palogaiibespalogai"kau menghaluskan diri di ambang tidurmengundang aku merantau ke masa dahulumenebingkan lekuk waktu bagi curam peristiwadi dalamnya kita jatuh terkutuk atau hilangsebagai cerita"Buku kumpulan puisi terbaru dari Ibe S. Palogai, salah satu penulis muda Sulawesi Selatan. Terbit setahun silam, Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi langsung menjadi buah bibir tatkala diumumkan masuk dalam proses kurasi 10 besar ajang Kusala Sastra kelahiran Takalar 7 Juli 1993 ini mengaku banyak terinspirasi dari peristiwa Perang Makassar 1666-1667. Menjadi tema besar, Ibe turut bercerita tentang dampak pergulatan hebat hampir seluruh kerajaan di daratan Sulsel waktu itu, yang masih terasa hingga detik ini. Astana Galesong makam pejuang Bugis, Ininnawa lagu daerah yang bercerita tentang kesabaran, hingga Kanre Apia sebuah desa di Kabupaten Gowa turut mengisi Cinta Yang Marah M. Aan MansyurDok. Istimewa"Suatu hari kelak, sebelum salah satu di antara aku dan kau tersangkut maut, pada hari ulang tahun kau, ketika tidak ada pekerjaan kantor yang melarang kau cuti, aku akan mengajak kau menjadi tua renta, kemudian mengajak kau kembali menjadi anak-anak."M. Aan Mansyur dikenal publik luas berkat puisi-puisi tentang cinta dan manis-getir hidup. Tema serupa turut diangkat dalam Cinta Yang Marah, buku kumpulan puisi yang terbit 2017 lalu. Namun, Aan dalam larik-lariknya menyinggung banyak hal. Dialog "aku" dan "kamu" ibarat sebuah perbincangan sepasang manusia yang baru saja khatam membaca ribuan eksemplar satunya yakni Reformasi 1998, lembar terakhir rezim Soeharto yang berkuasa selama 30 tahun. Singkatnya, sejarah Indonesia turut menjadi benang merah di buku ini. Seluruh puisi turut bersanding dengan kliping surat kabar, seolah melengkapi memori-memori yang coba digali kembali dari dalam benak. Baca Juga Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Makassar? Coba Baca Empat Buku Ini! 3. Dapur Ajaib Alfian DippahatangDok. Istimewa "Cabai tumis yang lezat kata seseorang yang berasal dari Batamdiduga dibikin ibuku dari proses latihan yang menguras air mata dan peluhDi tangan ibuku yang pandai memasak itulah,jiwa penyabar tumbuh jadi tanaman hijau di dadaku"Terbit tahun 2017 silam, inilah kumpulan puisi perdana Alfian Dippahatang. Dapur Ajaib termasuk unik lantaran banyak berputar pada dapur sebagai tanda kemakmuran suatu rumah beserta segala isinya, mulai dari makanan hingga bumbu pelengkap. Fian, sapaan lengkapnya, mendasari puisi-puisi karyanya atas kecintaan terhadap kuliner Tanah Daeng, terkhusus coto berkisah perihal makanan dan perjuangan agar asap dapur tetap mengepul. Ibu turut menjadi tema sentral, sebagai anggota keluarga yang bertugas menjaga eratnya ikatan keluarga melalui sajian makanan racikannya4. Manurung Faisal Oddang "Perang umpama genderang yang bisa ditabuh kapan saja oleh Kekuasaan—dan Kekuasaan punya banyak tangan untuk menutup telinganya dari suara tabuhan."Terbit tahun 2017 dengan judul lengkap Manurung 13 Pertanyaan untuk 3 Nama, Faisal Oddang membuktikan diri tak cuma piawai membangun cerpen dan novel. Alumnus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin tersebut menyajikan epos La Galigo, mahakarya sastra Bugis perihal kelahiran dunia, sebagai tema bukan sebagai bentuk penulisan atau penceriteraan ulang, Faisal bertutur dari kacamata Manurung, seorang budak yang "mengkritik" perilaku tokoh La Galigo. Pemilihan budak pun menambah daya tarik, mengingat di naskah aslinya, "golongan terpinggirkan" tak mendapat peran apapun kecuali sebagai Orkestra Pemakaman Aslan Abidin ribuan musim berubah dan lewat tanpasatu ujungnya dapat kita cegat bersama. kitatak pernah lagi bertukar tangis."Kumpulan puisi yang merekam perjalanan kepenulisan penyair senior Aslan Abidin sejak tahun 1993. Sebagai sosok yang lebih dulu menyeruak di wajah sastra Indonesia, penerbitan ulang Orkestra Pemakaman judul sebelumnya Bahaya Laten Malam Pengantin seolah melengkapi "kebangkitan" penulis di buku ini, sosok yang kini menjadi dosen di Universitas Negeri Makassar tersebut mengisahkan banyak hal. Mulai dari pembredelan media massa, hiruk-pikuk kehidupan kota, Perang Bosnia, malam pengantin hingga tentu saja Makassar sebagai tempat sang penulis mencari inspirasi serta penghidupan.
Disinilah aku berdiri Diantara gersangnya tanah iniGemulai lembut sapuan ilahi Membuatnya tak pernah mati Angin bertiup kesana kemari Membawa angan diri ini Kerapan sapi dimulai lagi Dengan tarian sebagai jati diri Kukumpulkan angan untuk maduraku ini Bersama tingginya tekad keberanikan diri Jauh dipelupuk mata ini....... 1 2 Mohon tunggu... Lihat Puisi Selengkapnya Beri Komentar Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Ilustrasi puisi tentang keindahan alam. Sumber tentang keindahan alam adalah karya sastra yang berisi keelokan alam yang ada di sekitar kita. Membuat puisi sering dianggap sebagai kegiatan yang sulit, namun sebenarnya tidak seratus persen pengamatan, intuisi, dan kemampuan merangkai kata untuk bisa membuat puisi yang indah. Bagi kamu yang saat ini membutuhkan inspirasi, simak contoh puisi bertema keindahan alam di artikel tentang Keindahan AlamIlustrasi puisi tentang keindahan alam, sumber foto Pixpoetry by buku Sukses Menulis Puisi oleh Silfy Zahrotun Nisa, dkk 2022, puisi merupakan karya sastra yang menggunakan kalimat padat, singkat, dan memiliki rima untuk menimbulkan nilai estetika pada rangkaian kata. Berikut adalah beberapa contoh puisi tentang keindahan alam yang bisa dijadikan Judul AlamkuBetapa indah ciptaan TuhanMembentangkan alam yang luas di hamparan bumiPegunungan yang menjulang, hutan yang rimbunSemua bersimfoni ikut membangun peradabanHewan-hewan menjadi saksi betapa besarnya karunia alamMemberikan hasil bumi yang melimpah ruahKeindahan alam harus dijagaAgar dapat dinikmati oleh anak cucu kita2. Judul Jerih Payah PetaniLangit yang biru dibalut sinar mentari pagiUdara dan embun masih berbaur riang di udaraAku mengambil sepeda dari garasiMemutuskan untuk menikmati panorama alam iniSawah-sawah yang terhampar luasMenjadi saksi jerih payah petaniSaat musim panen, para petani bersukacitaNamun terkadang juga sedikit ada sendunyaItulah jenapa kita dilarang membuang-buang makananKarena di situ jerih payah petani begitu besarMenghargai makanan sama halnya menghargai petani3. Judul Kemilau PantaiLangit sedang cerah-cerahnyaSerupa laut yang biru menawanPara nelayan pergi mencari ikan di tengah ombak yang bergulung-gulungKepiting-kepiting berlarian di tepi pantaiBersembunyi di balik pasir-pasir bisuKucoba kejar, tapi tak pernah sampaiSeperti halnya mimpi yang tidak mudah tergapaiTapi kita dilarang untuk terlalu cepat menyerahSemesta akan menuntun kita meraih mimpi yang nyata4. Judul Selalu Ada AlasanTak kutahu pasti, kenapa gunung begitu tinggiDan langit pun begitu teduhNamun, kupahami bahwa alam tercipta bukan tanpa alasanSetiap hal–sekecil apapun pasti punya maknaTuhan membangun cakrawala bukan sekadar untuk dipandang semataSeperti halnya dirimu yang diciptakan di duniaAlam sangat indah, begitu juga dengan kauMaha sempurna Tuhan yang telah menciptakan semesta beserta puisi tentang keindahan alam yang disebutkan di atas sangat menarik untuk dibaca dan ditelaah isinya. Dengan membuat puisi bertema alam, diharapkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar bisa semakin bertambah. DLA
puisi makassar tentang keindahan